Undangan

MAHA SUCI ALLAH
YANG TELAH MENCIPTAKAN MAKHLUK-NYA BERPASANG-PASANGAN.
YA ALLAH… PERKENANKANLAH KAMI MENGIKUTI SUNNAH RASUL-MU
DALAM MEMBENTUK KELUARGA YANG SAKINAH, MAWADAH SERTA RAHMAH,


NINA TIARA APRILIYA KOESTIWA (ANING)
PUTRI KEDUA DARI
BPK. DJONI R.S. KOESTIWA & IBU TITIK SRI SUYATNI

DENGAN

YOGA SUGAMA (YOGA)
PUTRA KETIGA DARI
BPK. DASMA SUHENDI & IBU NUNUNG NURHAERIYAH


AKAD NIKAH:
JUMAT, 2 NOVEMBER 2007, PUKUL 08.30 WIB
BERTEMPAT DI KEDIAMAN MEMPELAI WANITA
JL. ALFA IV NO.67,
CIMONE PERMAI, TANGERANG

RESEPSI:
SABTU, 3 NOVEMBER 2007, PUKUL 11.00 – 13.30 WIB
BERTEMPAT DI
GEDUNG PERTEMUAN & RESTORAN SURYA KENCANA ABADI
JL. GATOT SUBROTO, KM 8 JATAKE, TANGERANG (KELUAR TOL BITUNG)

Bagaimana menuju kesana?


  • Silahkan klik pada gambar untuk memperbesar tampilan.
  • Untuk mempermudah perjalanan anda, gunakan jalan tol Jakarta-Merak, lalu keluar Gerbang Tol Bitung dan ambil arah balik ke Tangerang. Lokasi gedung resepsi kurang lebih 1 km dari GT Bitung dan berada di kanan jalan.
  • Walaupun pada peta lokasi sepertinya mudah dijangkau melalui Jl. Daan Mogot. Kami lebih merekomendasikan (terutama anda yang tinggal di Jakarta) agar menggunakan Jalan Tol Jakarta-Merak untuk sampai ke Lokasi.
  • Alamat lokasi: Gdg Pertemuan & Restoran Surya Kencana Abadi, Jl. Gatot Subroto km 8 Jatake, Tangerang (note: pada Peta Jakarta, nama jalan pada lokasi yang dimaksud adalah Jl. Gatot Suproto bukan Jl. Gatot Subroto. Jadi anggaplah sama :)
  • Anda yang menggunakan kendaraan umum dapat menggunakan bus tujuan Serang/Merak, kemudian turun di gerbang tol Bitung. Contoh: dari Bekasi anda dapat menggunakan bus AJA jurusan Bekasi-Merak. Dari Grogol dapat menggunakan minibus warna merah (sorry, lupa no trayeknya) jurusan Grogol-Balaraja, mini bus ini biasa mangkal di bawah fly over Grogol (depan mall Citraland/Univ. Trisakti). Dari Kalideres bisa menggunakan Bus 3/4 "Bulan Jaya" jurusan Kalideres-Rangkasbitung. Mohon diingat, jika anda ingin menggunakan angkutan umum keyword-nya adalah "Turun di Tol Bitung" kemudian sambung angkot 01 yang ke arah Cimone/Tangerang. Lokasi gedung resepsi kurang lebih 1 km dari GT Bitung dan berada di kanan jalan.
  • Semoga informasi di atas bermanfaat. Kami tunggu kehadiran dan doa anda semua pada Resepsi Pernikahan kami :)

Tentang Kami

NINA

Gadis bernama lengkap Nina Tiara Apriliya Koestiwa ini adalah putri kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Bpk. Djoni RS. Koestiwa dan Ibu Titik Sri Suyatni. Ia dilahirkan di Wonogiri pada tanggal 25 April 1982. Keluarga, kerabat, serta teman-teman dekatnya biasa memanggil dengan nama kecilnya, yaitu Aning. Ia menempuh pendidikan di TK & SD Islamic Village Tangerang, SLTP Negeri 9 Tangerang dan SMU Negeri 7 Tangerang. Pendidikan tingginya dijalani di Universitas Trisakti jurusan Teknik Industri dan lulus pada September 2004. Pada Oktober 2004 sampai dengan April 2005, Nina bekerja pada PT. Wahana Kendali Mutu, yaitu sebuah perusahaan konsultan yang bergerak di bidang Manajemen Mutu dan Sumber Daya Manusia. Hingga akhirnya pada Mei 2005 ia pindah bekerja di PT. Bank Mandiri Tbk., Cabang Jakarta Plaza Mandiri sampai sekarang.


YOGA

Yoga Sugama dilahirkan di Tangerang pada tanggal 9 Mei 1982. Ia merupakan putera ke-tiga dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan Bpk. Dasma Suhendi dan Ibu Nunung Nurhaeriyah. Sejak TK hingga Sekolah Menengah ia jalani di Tangerang, yakni TK Nusantara, SDN Karawaci Baru 2, SLTPN 9, dan SMUN 7, wow.. putra Tangerang asli ternyata ;) . Pada tahun 2000 ia melanjutkan pendidikan tingginya di Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia. Semasa kuliah ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Biologi UI periode 2002-2003, dan kepengurusan beberapa organisasi kemahasiswaan lainnya. Pernah menjadi asisten Lab Genetika periode 2003-2004 dan asisten Lab. Biologi pada Fakultas Ilmu Keperawatan UI periode 2003-2004. Ia lulus pada Januari 2005. Sejak April 2005 sampai Agustus 2006 Ia bekerja sebagai Research Assistant di Balai Pengkajian Bioteknologi, BPPT, Kawasan PUSPIPTEK, Serpong. Kemudian pada bulan September 2006 pindah bekerja di PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. juga sebagai Research Asistant pada Div. R&D, Dept. Food Tech. hingga sekarang.

Pernikahan adalah fitrah bagi manusia

Orang yang mempunyai akal dan bashirah tidak akan mau menjerumuskan dirinya ke jalan kesesatan dengan hidup membujang. Sesungguhnya, hidup mem-bujang adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang, hidup yang tidak memiliki makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggung jawab. Orang yang membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Mereka membujang bersama hawa nafsu yang selalu bergelora hingga kemurnian semangat dan rohaninya menjadi keruh. Diri-diri mereka selalu berada dalam pergolakan melawan fitrahnya. Kendati pun ketaqwaan mereka dapat diandalkan, namun pergolakan yang terjadi secara terus menerus lambat laun akan melemahkan iman dan ketahanan jiwa serta mengganggu kesehatan dan akan membawanya ke lembah kenistaan.

Peminangan (Khitbah)

Seorang laki-laki muslim yang akan menikahi seorang muslimah, hendaklah ia meminang terlebih dahulu karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain. Dalam hal ini Islam melarang seorang laki-laki muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya". Disunnahkan melihat wajah wanita yang akan dipinang dan boleh melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahi wanita itu. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang seorang wanita, jika ia bisa melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah!”

Aqad Nikah

Yang dikatakan wali adalah orang yang paling dekat dengan si wanita. Dan orang paling berhak untuk menikahkan wanita merdeka adalah ayahnya, lalu kakeknya, dan seterusnya ke atas. Boleh juga anaknya dan cucunya, kemudian saudara seayah seibu, kemudian saudara seayah, kemudian paman. Ibnu Baththal rahimahullaah berkata, “Mereka (para ulama) ikhtilaf tentang wali. Jumhur ulama di antaranya adalah Imam Malik, ats-Tsauri, al-Laits, Imam asy-Syafi’i, dan selainnya berkata, “Wali dalam pernikahan adalah ‘ashabah (dari pihak bapak), sedangkan paman dari saudara ibu, ayahnya ibu, dan saudara-saudara dari pihak ibu tidak memiliki hak wali". Disyaratkan adanya wali bagi wanita. Islam mensyaratkan adanya wali bagi wanita sebagai penghormatan bagi wanita, memuliakan dan menjaga masa depan mereka. Walinya lebih mengetahui daripada wanita tersebut. Jadi bagi wanita, wajib ada wali yang membimbing urusannya, mengurus aqad nikahnya.

Pesta Pernikahan (Walimah)

Pesta pernikahan (Walimatul 'urus) hukumnya wajib. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
”Selenggarakanlah walimah meskipun hanya dengan menyembelih seekor kambing” Rasul juga memperingatkan orang-orang yang mengadakan walimah agar tidak hanya mengundang orang-orang kaya saja, tetapi hendaknya diundang pula orang-orang miskin. Karena makanan yang dihidangkan untuk orang-orang kaya saja adalah sejelek-jelek hidangan.